TRAINING HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN KETENAGAKERJAAN

TRAINING KEWAJIBAN PENGUSAHA SETELAH PP DISAHKAN

training

TRAINING SYARAT PEMBUATAN PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

 

 

INTRODUCTION

Hubungan  Industrial  merupakan hubungan antara pelaku proses produksi
barang  maupun  jasa yaitu pengusaha, pekerja dan pemerintah. Hubungan
industrial  bertujuan untuk menciptakan hubungan yang serasi, harmonis
dan  dinamis  antara  pelaku proses produksi tersebut. Oleh karena itu
masing-masing  pelaku  produksi  tersebut harus melaksanakan tugas dan
fungsinya masing-masing secara baik.

Fungsi    pekerja/SP/SB    adalah    melaksanakan   pekerjaan   sesuai
kewajibannya,   menjaga   ketertiban   demi   kelangsungan   produksi,
menyalurkan aspirasi secara demokratis serta ikut memajukan perusahaan
dan  memperjuangkan  kesejahteraan  pekerja  dan  beserta keluarganya.
Fungsi   pengusaha   dan   organisasi   pengusaha  adalah  menciptakan
kemitraan,  mengembangkan  usaha, memperluas lapangan kerja. Sedangkan
fungsi  pemerintah  adalah menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan,
pengawasan  dan  penindakan  terhadap pelanggarnya. Dengan terciptanya
hubungan  industrial  yang serasi, aman, dan harmonis diharapkan dapat
meningkatkan   produksi   dan  produktivitas  kerja,  sehingga  dengan
demikian   perusahaan   akan  dapat  tumbuh  dan  berkembang  sehingga
kesejahteraan pekerja dapat ditingkatkan.

Dalam hubungan industrial yang terlibat langsung dalam proses produksi
adalah  pengusaha  dan  pekerja,  sedangkan  pemeritah  tidak terlibat
secara  langsung. Oleh karena itu pengusaha dan pekerja terlibat dalam
suatu  hubungan  kerja  yang  menimbulkan  hak  dan kewajiban. Hak dan
kewajiban   tersebut  sebagian  besar  sudah  diatur  dalam  peraturan
perundang-undangan  dan  perjanjian  kerja, peraturan perusahaan serta
Perjanjian  Kerja Bersama (PKB). Untuk itu para peserta perlu memahami
Hubungan   Industrial   dan   Ketenagakerjaan   (HIK)  dasar  meliputi
perjanjian  kerja,  peraturan  perusahaan,  perjanjian  kerja  bersama
(PKB), waktu kerja dan waktu istirahat, upah kerja lembur dan PHK.

OBJECTIVE
* Dengan   mengikuti  pelatihan  mengenai  hubungan  industrial  dan
ketenagakerjaan  peserta  akan  memahami  hubungan industrial yang
masih bersifat dasar.
* Perusahaan   akan  merasa  aman  memiliki  pekerja  yang  memahami
dasar-dasar hubungan industrial dan ketenakerjaan

MATERI Training Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan

1. Perjanjian Kerja (PK)
* Dasar Hukum
* Pengertian
* Bentuk
* Jenis
* Isi PK
* Syarat pembuatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)
* Akibat hukum jika syarat-syarat PKWT dilanggar

2. Peraturan Perusahaan (PP)
* Dasar Hukum
* Pengertian
* Perusahaan yang diwajibkan membuat PP
* Tata cara pembuatan
* Isi
* Pengesahan
* Kewajiban pengusaha setelah PP disahkan
* Masa berlaku

3. Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
* Dasar Hukum
* Pengertian
* Syarat dan tata cara pembuatan
* Hal-hal yang harus dimuat dalam PKB
* Kewajiban pengusaha dan SP/SB/pekerja setelah PKB berlaku
* Masa berlaku
* Syarat perpanjangan atau pembaharauan
* Perbedaan PKB dan PP

 4. Waktu Kerja dan Waktu istirahat
* Dasar Hukum
* Waktu kerja sehari dan seminggu
* Waktu istirahat dan cuti
* Hak pekerja/buruh perempuan atas istirahat/hamil/melahirkan
* Sanksi jika terjadi pelanggaran

5. Upah Kerja Lembur
* Dasar Hukum
* Pengertian dan ruang lingkup
* Syarat kerja lembur
* Kewajiban pengusaha yang mempekerjakan pekerja kerja lembur
* Dasar perhitungan upah lembur
* Cara perhitungan upah lembur
* Sanksi atas pelanggaran kerja lembur

6. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
* Dasar Hukum
* Pengertian dan ruang lingkup
* PHK yang dilarang
* Alasan PHK oleh: Pengusaha dan pekerja
* Prosedur/mekanisme PHK
* PHK yang tidak perlu penetapan dari PHI
* Skorsing
* Kompensasi akibat PHK
* Komponen upah untuk kompensasi akibat PHK
* Hak pekerja yang ditahan pihak berwajib
* PHK karena usia pensiun

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

JADWAL TRAINING TAHUN 2026

03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026

06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026

05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026

03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026

07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026

05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026

09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026

06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026

04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026

08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026

06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026

04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026

Metode Training

  1. Tatap Muka/offline
  2. Online via zoom

Kota Penyelenggaraan jika offline :

  1. Bandung
  2. Jogjakarta
  3. Surabaya
  4. Jakarta

fasilitas yang didapatkan

  1. Training Kit Eksklusif
    • Tas
    • Name Tag
    • Modul
    • Flash disk
    • Ballpoint
    • Block Note
    • Souvenir
  2. Harga yang Reliable
  3. Trainer Kompeten di bidangnya
  4. Pelayanan Maksimal untuk peserta
  5. Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :

Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)

In House Training : on Call