TRAINING E-LEARNING BERBASIS SCORM (SHAREABLE CONTENT OBJECT REFERENCE MODEL)
TRAINING INTEROPERABILITY
TRAINING ACCESSIBILITY
DESCRIPTION
E-Learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang berbasis
elektronik. Salah satu media yang digunakan dalam model pembelajaran
ini adalah jaringan komputer sehingga memungkinkan untuk dikembangkan
dengan berbasis web yang kemudian dikembangkan lagi melalui akses
internet yang juga disebut Internet Enabled Learning.
Penyajian e-Learning berbasis web memungkinkan informasi perkuliahan
menjadi real time dan bersifat interaktif.
SCORMÂ (Shareable Content Object Reference Model)Â merupakan
standarisasi pendistribusian konten e-Learning yang dikeluarkan oleh
ADLÂ (Advanced Distributed Learning). Standarisasi ini memungkinkan
pertukaran objek pembelajaran antara LMS yang satu dengan yang
lainnya, sehingga konten pembelajaran tersebut dapat digunakan terus
menerus (reusability) dengan memperbaharui isi tanpa membuat dari
awal lagi (Bohl 2002).
OBJECTIVE
1. Interoperability, yaitu sistem tidak mengalami data tidak
ditemukan ketika digunakan.
2. Reusability, yaitu sistem yang dibangun memiliki konten atau
materi yang senantiasa dapat digunakan terus-menerus.
3. Manageability, yaitu sistem yang dibangun mampu mengelola
informasi tentang mahasiswa dan mata kuliah dengan baik. Data
tersebut dapat ditelusur kembali dan didapatkan data yang benar.
4. Accessibility, sistem yang dibangun mempunyai layanan akses yang
diberikan kepada mahasiswa berperan dengan baik. Sehingga
mahasiswa dapat memperoleh materi dengan benar dan dapat dilakukan
sembarang waktu.
5. Durability, sistem yang dibangun tidak mengalami keusangan atau
dengan kata lain sistem tersebut senantiasa up to date.
COURSE OUTLINE
1. Accessibility, kemampuan untuk mencari dan mengakses komponen
instruksional dari suatu lokasi dan mengirimkannya ke banyak
lokasi lain.
2. Adaptability, kemampuan untuk menyesuaikan materi sesuai dengan
kebutuhan pribadi dan organisasi.
3. Affordability, kemampuan untuk meningkatkan efisiensi dan
produktivitas dengan mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan
dalam pengiriman materi.
4. Durability, kemampuan bertahan dari perkembangan dan perubahan
teknologi tanpa banyak mengeluarkan biaya untuk mendesain,
mengkonfigurasi serta penyimpanan ulang.
5. Interoperability, kemampuan untuk mengambil komponen-komponen
materi yang dikembangkan di suatu lokasi dengan kelengkapan tool
atau platformnya dan menggunakannya di tempat lain
dengan tool atau platform yang berbeda.
6. Reusability, kemudahan menggabungkan dan menggunakan kembali
komponen-komponen materi dalam aplikasi-aplikasi dan
konteks-konteks bertingkat.
TRAINING METHOD
Pre test
Presentation
Discussion
Case Study
Post test
Evaluation
JADWAL TRAINING TAHUN 2026
03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026
06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026
05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026
03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026
07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026
05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026
09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026
06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026
04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026
08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026
06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026
04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026
Metode Training
- Tatap Muka/offline
- Online via zoom
Kota Penyelenggaraan jika offline :
- Bandung
- Jogjakarta
- Surabaya
- Jakarta
fasilitas yang didapatkan
- Training Kit Eksklusif
- Tas
- Name Tag
- Modul
- Flash disk
- Ballpoint
- Block Note
- Souvenir
- Harga yang Reliable
- Trainer Kompeten di bidangnya
- Pelayanan Maksimal untuk peserta
- Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :
Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)
In House Training : on Call