Search for:
TRAINING HYBRID CONTRACTS PADA PRODUK PERBANKAN DAN KEUANGAN SYARIAH

TRAINING PEMBAGIAN TERMINOLOGI HYBRID CONTRACTS DALAM FIKIH ISLAM

training

TRAINING ANALISIS PARA ULAMA TERHADAP HADITS-HADITS DUA AKAD

 

 

DESCRIPTION

Perkembangan perbankan dan keuangan syariah syariah mengalami kemajuan
yang  sangat  pesat  dan  menghadapi  tantangan  yang  makin kompleks.
Tantangan  itu  antara  lain harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang
selalu  berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif
dan  lebih  variatif  serta   pelayanan  yang  memuaskan  berdasarkan
panduan   syariah.     Tantangan    ini   menuntut  para  praktisi,
regulator,  konsultan,  dewan  pengawas syariah dan  akademisi bidang
keuangan  syariah  untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan
respon terhadap perkembangan tersebut. Praktisi yang melakukan inovasi
produk;  regulator  yang  membuat aturan yang kondusif, akademisi yang
menciptakan  produk  baru  melalui  penelitian,  semuanya harus berada
dalam koridor syariah dan sinaran maqashid syariah.

Salah  satu  pilar  penting  untuk  menciptakan  produk  perbankan dan
keuangan syariah dalam menyahuti tuntutan kebutuhan masyarakat modern,
adalah    pengembangan    teori    hibryd    conctracts    (al-‘ukud
al-murakkabah).   Dr  Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah
mengatakan,   kombinasi   akad   di   zaman   sekarang  adalah  sebuah
keniscayaan.  Bentuk  akad  tunggal  sudah  tidak mampu lagi meresponi
transaksi  keuangan  kontemporer.  Metode  hybridcontracts  seharusnya

menjadi unggulan dalam pengembangan produk.

Dalam  konteks  itulah  Dr.Aliudin  Za’tary dalam buku Fiqh Muamalah
Al-Maliyah   al-Muqaran  (2008)  banyak  membahas  teori  dan praktik
hybridcontracts  dalam Islamic finance. Bahkan Dr Nazih Hammad menulis
buku secara khusus mengenai hybrid contracts Al-’uqûd al-Murakkabah
fî  al-Fiqh  al-Islâmy, Damaskus: Dâr al-Qalam, 2005. Demikian pula
Abdullâh bin

Muhammad   bin   Abdullâh  al-‘Imrâni,  menulis  buku  Al-’uqûd
al-Mâliyah   al-Murakkabah:   Dirâsah  Fiqhiyyah  Ta’shîliyah  wa
Tathbîqiyyah,   Riyadh:   Dâr   Kunûz   Eshbelia   li  al-Nasyr  wa
al-Tauzî’,  2006),  Selain  mereka masih banyak ulama yang membahas
hybrid  contracts  di buku-buku fiqh muamalah, seperti Dr.Usman Tsabir
dalam buku Fiqh Muamalah Maliyah al-Mu’ashirah (2006).

Namun  harus  dicatat, rujukan/referensi yang digunakan untuk  materi
hybrid  contracts,  bukan  saja kitab-kitab fiqh muamalah kontemporer,
melainkan juga kitab-kitab fikih klasik dari berbagai mazhab, dan para
ulama  terkemuka, seperti Ibnu Taymiyah, Ibnu Qayyim, Imam Al-Syatibi,
dan lain-lain.

Sebagaimana  dimaklumi  bahwa  pengetahuan  mengenai  hybrid contracts
sangat  penting  sekali,  setidaknya  memiliki  sepuluh  urgensi dalam
pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah kontemporer.

Â

OUTLINE COURSE

1.      Konsep      syariah      tentang Al-’Ukud     al-Murakkabah
(Hybrid Contracts)

2. Pembagian Terminologi Hybrid Contracts dalam Fikih Islam
* Al-’Ukud al-Murakkabah
* Al-’Uqûd al-mujtami’ah
* Al-’Uqûd al-muta’addidah
* Al-’Uqûd al-mutakarrirah
* Al-’Uqûd al-mutadâkhilah
* Al-’Uqûd al-mukhtalithah.

3. Bentuk-bentuk Hybrid Contracts
* Al-’Ukud al-Murakkabah
* Al-’Uqûd al-Mutaqabilah
* Al-’Uqûd al-Mutanajisah
* Al-’Uqûd al-Mutanaqidhah
* Al-’Uqûd al-mutadâkhilah,
* Al-’Uqûd al-mukhtalithah

4. Sepuluh Urgensi Teori Hybrid Contracts.

5.   Macam-macam  Hybrid Contracts  dan  Aplikasinya  di  Perbankan
Syariah

6.  Hukum Hybrid Contracts  (Dua  Akad dalam Satu Transaksi) Menurut
Ulama

7. Argumentasi (Dalil Syariah) tentang Hybrid Contracts

8. Hybrid Contracts yang dilarang syariah

9. Akad Two in One yang dibolehkan.

10.  Analisis  Para  Ulama  terhadap hadits-hadits dua akad dalam satu
transaksi

11.  Dhawabith  (ketentuan  syariah  ) Hybrid Contracts  dan Akibat
Hukumnya

12. Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan sesama bank syariah

13.   Hybrid Contracts   pada   Sindikasi   Pembiayaan  Bersama  Bank
Konvensional

14. Hybrid Contracts pada Sindikasi Club Deal

15. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over

16.  Hybrid Contracts  dalam PembiayaanTake Over yang dihybrid dengan
refinancing

17. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over se-sama bank syariah

18. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over Empat Pihak.

19. Hybrid Contracts dalam Produk Asuransi Syariah

20. Hybrid Contracts dalam Sukuk

21. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Properti (MMQ)

22. Hybrid Contracts dalam Skim-skim Refinancing Syariah

23. Hybrid Contracts dalam Kartu Kredit (Delapan Alternatif)

24. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Rekening Koran

25. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Line Facility

26. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Multiguna

27. Hybrid Contracts dalam dalam IMBT dan Sewa Beli

28. Hybrid Contracts dalam Product Giro

29. Hybrid Contracts dalam Factoring / Anjak Piutang

30. Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Property Indent

31. Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Multijasa

32. Hybrid Contracts  dalam Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah

33. Hybrid Contracts  dalam Hedging Syariah (via Swap)

34. Hybrid Contracts  dalam Linkage Program Bank-Multifinance, BPRS,
Kopsyah BMT, baik executing maupun channeling

35. Hybrid Contracts dalam Gadai Syariah dan Re-Gadai.

36. Hybrid Contracts  dalam Trade Finance dan L/C

37.  Hybrid Contracts   dalam  MDC  (Margin  During Contruction) dan
Margin During Plasantation

38.  Hybrid Contracts   (5  Akad  dalam Satu Produk) pada Pasar Uang
Syariah Antar Bank Syariah

39. Ketentuan Praktis Hybrid Contracts :
* Akad-akad yang Harus Dipisahkan (aqdin mustaqillin)
* Akad-akad yang yang boleh disatukan dalam satu transaksi
* Akad-akad di bawah tangan
* Akad-akad yang yang harus dinotarilkan
* Akad-akad yang memakai materai dan yang tidak memakai  materai.

40. Hybrid Contracts dan Kewajiban Pajak (PPn)

41. Hybrid Contracts dan Akuntansi Syariahnya

42. Solusi Kontradiksi antara Hukum Fiqh Muamalah degan Hukum Positif.

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

JADWAL TRAINING TAHUN 2026

03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026

06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026

05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026

03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026

07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026

05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026

09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026

06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026

04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026

08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026

06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026

04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026

Metode Training

  1. Tatap Muka/offline
  2. Online via zoom

Kota Penyelenggaraan jika offline :

  1. Bandung
  2. Jogjakarta
  3. Surabaya
  4. Jakarta

fasilitas yang didapatkan

  1. Training Kit Eksklusif
    • Tas
    • Name Tag
    • Modul
    • Flash disk
    • Ballpoint
    • Block Note
    • Souvenir
  2. Harga yang Reliable
  3. Trainer Kompeten di bidangnya
  4. Pelayanan Maksimal untuk peserta
  5. Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :

Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)

In House Training : on Call

TRAINING HYBRID CONTRACTS PADA PRODUK PERBANKAN DAN KEUANGAN SYARIAH

TRAINING PEMBAGIAN TERMINOLOGI HYBRID CONTRACTS DALAM FIKIH ISLAM

training

TRAINING ANALISIS PARA ULAMA TERHADAP HADITS-HADITS DUA AKAD

 

 

DESCRIPTION

Perkembangan perbankan dan keuangan syariah syariah mengalami kemajuan
yang  sangat  pesat  dan  menghadapi  tantangan  yang  makin kompleks.
Tantangan  itu  antara  lain harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang
selalu  berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif
dan  lebih  variatif  serta   pelayanan  yang  memuaskan  berdasarkan
panduan   syariah.     Tantangan    ini   menuntut  para  praktisi,
regulator,  konsultan,  dewan  pengawas syariah dan  akademisi bidang
keuangan  syariah  untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan
respon terhadap perkembangan tersebut. Praktisi yang melakukan inovasi
produk;  regulator  yang  membuat aturan yang kondusif, akademisi yang
menciptakan  produk  baru  melalui  penelitian,  semuanya harus berada
dalam koridor syariah dan sinaran maqashid syariah.

Salah  satu  pilar  penting  untuk  menciptakan  produk  perbankan dan
keuangan syariah dalam menyahuti tuntutan kebutuhan masyarakat modern,
adalah    pengembangan    teori    hibryd    conctracts    (al-‘ukud
al-murakkabah).   Dr  Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah
mengatakan,   kombinasi   akad   di   zaman   sekarang  adalah  sebuah
keniscayaan.  Bentuk  akad  tunggal  sudah  tidak mampu lagi meresponi
transaksi  keuangan  kontemporer.  Metode  hybridcontracts  seharusnya

menjadi unggulan dalam pengembangan produk.

Dalam  konteks  itulah  Dr.Aliudin  Za’tary dalam buku Fiqh Muamalah
Al-Maliyah   al-Muqaran  (2008)  banyak  membahas  teori  dan praktik
hybridcontracts  dalam Islamic finance. Bahkan Dr Nazih Hammad menulis
buku secara khusus mengenai hybrid contracts Al-’uqûd al-Murakkabah
fî  al-Fiqh  al-Islâmy, Damaskus: Dâr al-Qalam, 2005. Demikian pula
Abdullâh bin

Muhammad   bin   Abdullâh  al-‘Imrâni,  menulis  buku  Al-’uqûd
al-Mâliyah   al-Murakkabah:   Dirâsah  Fiqhiyyah  Ta’shîliyah  wa
Tathbîqiyyah,   Riyadh:   Dâr   Kunûz   Eshbelia   li  al-Nasyr  wa
al-Tauzî’,  2006),  Selain  mereka masih banyak ulama yang membahas
hybrid  contracts  di buku-buku fiqh muamalah, seperti Dr.Usman Tsabir
dalam buku Fiqh Muamalah Maliyah al-Mu’ashirah (2006).

Namun  harus  dicatat, rujukan/referensi yang digunakan untuk  materi
hybrid  contracts,  bukan  saja kitab-kitab fiqh muamalah kontemporer,
melainkan juga kitab-kitab fikih klasik dari berbagai mazhab, dan para
ulama  terkemuka, seperti Ibnu Taymiyah, Ibnu Qayyim, Imam Al-Syatibi,
dan lain-lain.

Sebagaimana  dimaklumi  bahwa  pengetahuan  mengenai  hybrid contracts
sangat  penting  sekali,  setidaknya  memiliki  sepuluh  urgensi dalam
pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah kontemporer.

Â

OUTLINE COURSE

1.      Konsep      syariah      tentang Al-’Ukud     al-Murakkabah
(Hybrid Contracts)

2. Pembagian Terminologi Hybrid Contracts dalam Fikih Islam
* Al-’Ukud al-Murakkabah
* Al-’Uqûd al-mujtami’ah
* Al-’Uqûd al-muta’addidah
* Al-’Uqûd al-mutakarrirah
* Al-’Uqûd al-mutadâkhilah
* Al-’Uqûd al-mukhtalithah.

3. Bentuk-bentuk Hybrid Contracts
* Al-’Ukud al-Murakkabah
* Al-’Uqûd al-Mutaqabilah
* Al-’Uqûd al-Mutanajisah
* Al-’Uqûd al-Mutanaqidhah
* Al-’Uqûd al-mutadâkhilah,
* Al-’Uqûd al-mukhtalithah

4. Sepuluh Urgensi Teori Hybrid Contracts.

5.   Macam-macam  Hybrid Contracts  dan  Aplikasinya  di  Perbankan
Syariah

6.  Hukum Hybrid Contracts  (Dua  Akad dalam Satu Transaksi) Menurut
Ulama

7. Argumentasi (Dalil Syariah) tentang Hybrid Contracts

8. Hybrid Contracts yang dilarang syariah

9. Akad Two in One yang dibolehkan.

10.  Analisis  Para  Ulama  terhadap hadits-hadits dua akad dalam satu
transaksi

11.  Dhawabith  (ketentuan  syariah  ) Hybrid Contracts  dan Akibat
Hukumnya

12. Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan sesama bank syariah

13.   Hybrid Contracts   pada   Sindikasi   Pembiayaan  Bersama  Bank
Konvensional

14. Hybrid Contracts pada Sindikasi Club Deal

15. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over

16.  Hybrid Contracts  dalam PembiayaanTake Over yang dihybrid dengan
refinancing

17. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over se-sama bank syariah

18. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over Empat Pihak.

19. Hybrid Contracts dalam Produk Asuransi Syariah

20. Hybrid Contracts dalam Sukuk

21. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Properti (MMQ)

22. Hybrid Contracts dalam Skim-skim Refinancing Syariah

23. Hybrid Contracts dalam Kartu Kredit (Delapan Alternatif)

24. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Rekening Koran

25. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Line Facility

26. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Multiguna

27. Hybrid Contracts dalam dalam IMBT dan Sewa Beli

28. Hybrid Contracts dalam Product Giro

29. Hybrid Contracts dalam Factoring / Anjak Piutang

30. Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Property Indent

31. Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Multijasa

32. Hybrid Contracts  dalam Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah

33. Hybrid Contracts  dalam Hedging Syariah (via Swap)

34. Hybrid Contracts  dalam Linkage Program Bank-Multifinance, BPRS,
Kopsyah BMT, baik executing maupun channeling

35. Hybrid Contracts dalam Gadai Syariah dan Re-Gadai.

36. Hybrid Contracts  dalam Trade Finance dan L/C

37.  Hybrid Contracts   dalam  MDC  (Margin  During Contruction) dan
Margin During Plasantation

38.  Hybrid Contracts   (5  Akad  dalam Satu Produk) pada Pasar Uang
Syariah Antar Bank Syariah

39. Ketentuan Praktis Hybrid Contracts :
* Akad-akad yang Harus Dipisahkan (aqdin mustaqillin)
* Akad-akad yang yang boleh disatukan dalam satu transaksi
* Akad-akad di bawah tangan
* Akad-akad yang yang harus dinotarilkan
* Akad-akad yang memakai materai dan yang tidak memakai  materai.

40. Hybrid Contracts dan Kewajiban Pajak (PPn)

41. Hybrid Contracts dan Akuntansi Syariahnya

42. Solusi Kontradiksi antara Hukum Fiqh Muamalah degan Hukum Positif.

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

JADWAL TRAINING TAHUN 2026

03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026

06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026

05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026

03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026

07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026

05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026

09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026

06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026

04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026

08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026

06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026

04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026

Metode Training

  1. Tatap Muka/offline
  2. Online via zoom

Kota Penyelenggaraan jika offline :

  1. Bandung
  2. Jogjakarta
  3. Surabaya
  4. Jakarta

fasilitas yang didapatkan

  1. Training Kit Eksklusif
    • Tas
    • Name Tag
    • Modul
    • Flash disk
    • Ballpoint
    • Block Note
    • Souvenir
  2. Harga yang Reliable
  3. Trainer Kompeten di bidangnya
  4. Pelayanan Maksimal untuk peserta
  5. Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :

Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)

In House Training : on Call

TRAINING HYBRID CONTRACTS PADA PRODUK PERBANKAN DAN KEUANGAN SYARIAH

TRAINING PEMBAGIAN TERMINOLOGI HYBRID CONTRACTS DALAM FIKIH ISLAM

training

TRAINING ANALISIS PARA ULAMA TERHADAP HADITS-HADITS DUA AKAD

 

 

DESCRIPTION

Perkembangan perbankan dan keuangan syariah syariah mengalami kemajuan
yang  sangat  pesat  dan  menghadapi  tantangan  yang  makin kompleks.
Tantangan  itu  antara  lain harus bisa memenuhi kebutuhan bisnis yang
selalu  berubah cepat dengan   menyajikan produk-produk   inovatif
dan  lebih  variatif  serta   pelayanan  yang  memuaskan  berdasarkan
panduan   syariah.     Tantangan    ini   menuntut  para  praktisi,
regulator,  konsultan,  dewan  pengawas syariah dan  akademisi bidang
keuangan  syariah  untuk senantiasa aktif dan kreatif dalam memberikan
respon terhadap perkembangan tersebut. Praktisi yang melakukan inovasi
produk;  regulator  yang  membuat aturan yang kondusif, akademisi yang
menciptakan  produk  baru  melalui  penelitian,  semuanya harus berada
dalam koridor syariah dan sinaran maqashid syariah.

Salah  satu  pilar  penting  untuk  menciptakan  produk  perbankan dan
keuangan syariah dalam menyahuti tuntutan kebutuhan masyarakat modern,
adalah    pengembangan    teori    hibryd    conctracts    (al-‘ukud
al-murakkabah).   Dr  Mabid Al-Jarhi, mantan direktur IRTI IDB pernah
mengatakan,   kombinasi   akad   di   zaman   sekarang  adalah  sebuah
keniscayaan.  Bentuk  akad  tunggal  sudah  tidak mampu lagi meresponi
transaksi  keuangan  kontemporer.  Metode  hybridcontracts  seharusnya

menjadi unggulan dalam pengembangan produk.

Dalam  konteks  itulah  Dr.Aliudin  Za’tary dalam buku Fiqh Muamalah
Al-Maliyah   al-Muqaran  (2008)  banyak  membahas  teori  dan praktik
hybridcontracts  dalam Islamic finance. Bahkan Dr Nazih Hammad menulis
buku secara khusus mengenai hybrid contracts Al-’uqûd al-Murakkabah
fî  al-Fiqh  al-Islâmy, Damaskus: Dâr al-Qalam, 2005. Demikian pula
Abdullâh bin

Muhammad   bin   Abdullâh  al-‘Imrâni,  menulis  buku  Al-’uqûd
al-Mâliyah   al-Murakkabah:   Dirâsah  Fiqhiyyah  Ta’shîliyah  wa
Tathbîqiyyah,   Riyadh:   Dâr   Kunûz   Eshbelia   li  al-Nasyr  wa
al-Tauzî’,  2006),  Selain  mereka masih banyak ulama yang membahas
hybrid  contracts  di buku-buku fiqh muamalah, seperti Dr.Usman Tsabir
dalam buku Fiqh Muamalah Maliyah al-Mu’ashirah (2006).

Namun  harus  dicatat, rujukan/referensi yang digunakan untuk  materi
hybrid  contracts,  bukan  saja kitab-kitab fiqh muamalah kontemporer,
melainkan juga kitab-kitab fikih klasik dari berbagai mazhab, dan para
ulama  terkemuka, seperti Ibnu Taymiyah, Ibnu Qayyim, Imam Al-Syatibi,
dan lain-lain.

Sebagaimana  dimaklumi  bahwa  pengetahuan  mengenai  hybrid contracts
sangat  penting  sekali,  setidaknya  memiliki  sepuluh  urgensi dalam
pengembangan produk perbankan dan keuangan syariah kontemporer.

Â

OUTLINE COURSE

1.      Konsep      syariah      tentang Al-’Ukud     al-Murakkabah
(Hybrid Contracts)

2. Pembagian Terminologi Hybrid Contracts dalam Fikih Islam
* Al-’Ukud al-Murakkabah
* Al-’Uqûd al-mujtami’ah
* Al-’Uqûd al-muta’addidah
* Al-’Uqûd al-mutakarrirah
* Al-’Uqûd al-mutadâkhilah
* Al-’Uqûd al-mukhtalithah.

3. Bentuk-bentuk Hybrid Contracts
* Al-’Ukud al-Murakkabah
* Al-’Uqûd al-Mutaqabilah
* Al-’Uqûd al-Mutanajisah
* Al-’Uqûd al-Mutanaqidhah
* Al-’Uqûd al-mutadâkhilah,
* Al-’Uqûd al-mukhtalithah

4. Sepuluh Urgensi Teori Hybrid Contracts.

5.   Macam-macam  Hybrid Contracts  dan  Aplikasinya  di  Perbankan
Syariah

6.  Hukum Hybrid Contracts  (Dua  Akad dalam Satu Transaksi) Menurut
Ulama

7. Argumentasi (Dalil Syariah) tentang Hybrid Contracts

8. Hybrid Contracts yang dilarang syariah

9. Akad Two in One yang dibolehkan.

10.  Analisis  Para  Ulama  terhadap hadits-hadits dua akad dalam satu
transaksi

11.  Dhawabith  (ketentuan  syariah  ) Hybrid Contracts  dan Akibat
Hukumnya

12. Hybrid Contracts pada Sindikasi Pembiayaan sesama bank syariah

13.   Hybrid Contracts   pada   Sindikasi   Pembiayaan  Bersama  Bank
Konvensional

14. Hybrid Contracts pada Sindikasi Club Deal

15. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over

16.  Hybrid Contracts  dalam PembiayaanTake Over yang dihybrid dengan
refinancing

17. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over se-sama bank syariah

18. Hybrid Contracts dalam PembiayaanTake Over Empat Pihak.

19. Hybrid Contracts dalam Produk Asuransi Syariah

20. Hybrid Contracts dalam Sukuk

21. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Properti (MMQ)

22. Hybrid Contracts dalam Skim-skim Refinancing Syariah

23. Hybrid Contracts dalam Kartu Kredit (Delapan Alternatif)

24. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Rekening Koran

25. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Line Facility

26. Hybrid Contracts dalam Pembiayaan Multiguna

27. Hybrid Contracts dalam dalam IMBT dan Sewa Beli

28. Hybrid Contracts dalam Product Giro

29. Hybrid Contracts dalam Factoring / Anjak Piutang

30. Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Property Indent

31. Hybrid Contracts  dalam Pembiayaan Multijasa

32. Hybrid Contracts  dalam Restrukturisasi Pembiayaan Bermasalah

33. Hybrid Contracts  dalam Hedging Syariah (via Swap)

34. Hybrid Contracts  dalam Linkage Program Bank-Multifinance, BPRS,
Kopsyah BMT, baik executing maupun channeling

35. Hybrid Contracts dalam Gadai Syariah dan Re-Gadai.

36. Hybrid Contracts  dalam Trade Finance dan L/C

37.  Hybrid Contracts   dalam  MDC  (Margin  During Contruction) dan
Margin During Plasantation

38.  Hybrid Contracts   (5  Akad  dalam Satu Produk) pada Pasar Uang
Syariah Antar Bank Syariah

39. Ketentuan Praktis Hybrid Contracts :
* Akad-akad yang Harus Dipisahkan (aqdin mustaqillin)
* Akad-akad yang yang boleh disatukan dalam satu transaksi
* Akad-akad di bawah tangan
* Akad-akad yang yang harus dinotarilkan
* Akad-akad yang memakai materai dan yang tidak memakai  materai.

40. Hybrid Contracts dan Kewajiban Pajak (PPn)

41. Hybrid Contracts dan Akuntansi Syariahnya

42. Solusi Kontradiksi antara Hukum Fiqh Muamalah degan Hukum Positif.

TRAINING METHOD

Presentation

Discussion

Case Study

Evaluation

JADWAL TRAINING TAHUN 2026

03 – 04 Januari 2026 | 16 – 17 Januari 2026

06 – 07 Februari 2026 | 20 – 21 Februari 2026

05 – 06 Maret 2026 | 19 – 20 Maret 2026

03 – 04 April 2026 | 23 – 24 April 2026

07 – 08 Mei 2026 | 21 – 22 Mei 2026

05 – 06 Juni 2026 | 25 – 26 Juni 2026

09 – 10 Juli 2026 | 23 – 24 Juli 2026

06 – 07 Agustus 2026 | 20 – 21 Agustus 2026

04 – 05 September 2026 | 18 – 19 September 2026

08 – 09 Oktober 2026 | 22 – 23 Oktober 2026

06 – 07 November 2026 | 26 – 27 November 2026

04 – 05 Desember 2026 | 18 – 19 Desember 2026

Metode Training

  1. Tatap Muka/offline
  2. Online via zoom

Kota Penyelenggaraan jika offline :

  1. Bandung
  2. Jogjakarta
  3. Surabaya
  4. Jakarta

fasilitas yang didapatkan

  1. Training Kit Eksklusif
    • Tas
    • Name Tag
    • Modul
    • Flash disk
    • Ballpoint
    • Block Note
    • Souvenir
  2. Harga yang Reliable
  3. Trainer Kompeten di bidangnya
  4. Pelayanan Maksimal untuk peserta
  5. Penjemputan dari dan ke bandara
Investasi :

Public training : Rp. 4.500.000 (minimum 3 pax)

In House Training : on Call